Selasa, 01 November 2011

Laporan Praktikum Pendahuluan Kimia Dasar I



LAPORAN PENDAHULUAN
PRAKTIKUM KIMIA DASAR I






Disusun Oleh :
Fajar Dwi Fauzi Hidayat
(0621 11 058)


JURUSAN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS PAKUAN
BOGOR
2011


BAB I
PENDAHULUAN

1.1.  Tujuan Percobaan
1.1.1. Pembuatan dan pengenalan suatu gas serta pengenalan kertas lakmus
Tujuan percobaan adalah untuk membuat dan mengenal suatu gas dan mengetahui baunya, serta untuk mengenal kertas lakmus.

1.1.2. Pengenceran dengan menggunakan Labu Ukur
Tujuan percobaan adalah untuk membuat larutan standar dengan mengencerkan larutan yang tersedia.

1.1.3. Pengenceran H2SO4 pekat
Tujuan percobaan adalah untuk membuat larutan standar dengan mengencerkan larutan pekat.

1.1.4. Penyaringan
Tujuan percobaan adalah untuk memisahkan suatu endapan dari suatu larutan.

1.2.  Dasar Teori
Gas NH3 adalah gas yang mempunyai bau. Gas ini dapat dibuat dengan mereaksikan amonium klorida dengan larutan NaOH dan dipanaskan dalam tabung reaksi. Adanya gas ini dapat diketahui dengan cara membau. Cara membau langsung dengan hidung jangan sekali-kali dilakukan untuk gas yang berbahaya. Cara membau yang realatif aman adalah dengan mengipas-ngipaskan tangan diatas mulut tabung dan hidung kita jarank relatif jauh berusaha membau gas yang keluar. kertas lakmus (ada dua macam warna, biru dan merah) digunakan sebagai indikator/petunjuk, apakah senyawa tersebut bersifat asam atau basa dengan melihat perubahan warnanya.
Pengenceran adalah cara yang sangat ekonomis. Biasanya senyawa kimia yang dibeli demikian pekatnya, sehingga larutan ini harus diencerkan. Proses pengenceran adalah mencampur larutan pekat (kensentrasi tinggi) dengan cara menambahkan pelarut agar diperoleh volume yang lebih besar.

V1  .  N1         =          V2  .  N2   atau
V1                   =           

Ket :V1 = Volume larutan awal yang dipakai/diperlukan
   N1 = Molaritas awal
   V2 = Volume larutan standarrd yang akan dibuat

Menyaring adalah cara untuk memisahkan suatu endapan dari suatu larutan. Dalam percobaan ini akan disaring PbSO4, yang dibuat dengan mereaksikan H2SO4 dengan Pb asetat.













BAB II
ALAT DAN BAHAN

2.1.  Alat yang digunakan
1)      Pembakar Spirtus
2)      Pipet tetes
3)      Tabung reaksi
4)      Penjepit tabung reaksi
5)      Kertas lakmus merah
6)      Pipet gondok
7)      Labu ukur 100 mL
8)      Gelas ukur
9)      Kertas saring
10)  Batang pengaduk
11)  Erlenmeyer
12)  Corong kaca

2.2.  Bahan
1)      Larutan NH4Cl
2)      Larutan NaOH
3)      Larutan HCl 1 N
4)      H2SO4 pekat
5)      Pb-asetat
6)      Akuades







BAB III
METODA KERJA

3.1.  Pembuatan dan pengenalan suatu gas serta pengenalan kertas lakmus
§  Ambil sedikit larutan NH4Cl, masukkan ke dalam tabung reaksi. Kemudian tambahkan sedikit larutan NaOH secukupnya.
§  Peganglah tabung reaksi itu dengan penjepit, lalu dipanaskan sambil digoyang-goyangkan. Mulut tabung reaksi harus sedikit dicondongkan, tetapi tak boleh diarahkan pada diri kita atau kepada orang lain. Cari tempat yang kosong. Pada saaat mendidih jagalah agar zat dalam tabung jangan sampai keluar dari mulut tabung (lebih-lebih untuk zat yang mudah terbakar). Cara mengatasinya dengan mengangkat tabung dari atas api bila zat dalam tabung sudah mulai naik/hamper keluar.
§  Praktekan cara membaui di atas. Catat bagaiman bau gas yang terjadi dan amati zat-zat sebelum dan sesudah reaksi. Peganglah kertas lakmus merat didekat mulut tabung reaksi. Amati perubahan warna dari kertas lakmus yang terjadi dan berikan kesimpulan.
Catatan :
1)   Jauhkan zat-zat yang mudah terbakar dari api.
2)   Bekerjalah dengan tenang dan penuh perhatian untuk menghindari kecelakaan.

3.2.  Pengenceran dengan menggunakan Labu Ukur
§  Ambil 10 mL larutan HCl dengan menggunakan pipet gondok. Perhatikan miniskus (permukaan cekung dari zat cair) harus tepat menyinggung garis tanda pada pipet gondok.
§  Masukkan ke dalam labu ukur dan diencerkan sampai batas dengan mengunakan akuades. Pengenceran ini harus sekali jadi. Maksudnya jangan sampai menambahkan akuades lebih dari yang diperlukan sebab hal ini akan menimbulkan kesalahan yang cukup besar. Oleh karena itu pengenceran harus dilakukan dengan hati-hati sedikit demi sedikit, setelah dekat dengan tanda pada leher labu ukur, dipakai pipet tetes untuk menambahkannya setets demi setetes.
§  Bolak-balikan labu ukur sebanyak 32 kali.

3.3.  Pengenceran H2SO4 pekat
§  Ambil 10 mL akuades dengan menggunakan gelas ukur. Perhatikan bagian bawah dari miniskus air harus tetap menyinggung skala 10 mL. pandangan mata harus tepat sejajar dengan tinggi miniskus akuades. Tuangkan ke dalam tabung reaksi.
§  Ambil 3 mL H2SO4 pekat ke dalam gelas ukur. Pakailah cara pengukuran yang sama dengan di atas.
§  Tuangkan H2SO4 pekat ke dalam tabung reaksi yang berisi akuades tadi. Ingat penuangan harus dilakukan dengan perlahan-lahan denan hati-hati. Perhatikan perubahan panas sebelum dan sesudah H2SO4 dituangkan dalam tabung reaksi.

3.4.  Penyaringan
§  Ambil 5 mL larutan Pb-asetat dalam tabung reaksi. Ke dalam tabung itu ditambahkan H2SO4 hasil pengenceran diatas. Amati endapan yang terjadi. Catat warna endapan.
§  Ambil kertas saring yang berbentuk lingkaran dan lipat menjadi ¼ lingkaran berikut lipat lagi 2-3 kali lipatan.
§  Masukkan kertas saring yang sudah dilipat pada corong dan basahi sedikit dengan air suling hingga melekat pada dinding gelasnya.
§  Pasanglah corong yang berkertas saring itu di atas Erlenmeyer untuk menampung filtrat/ air saringan.
§  Tuangkan larutan yang akan disaring ke dalam corong yang sudah berkertas saring tadi. Penuanggan diabntu dengan memakai batang pengaduk kaca yaitu dengan memegangnya tepat pada mulut tabung reaksi yang digunakan. Hal ini dilakukan agar tiada cairan yang jatuh keluar kertas saring. Penuangan harus hati-hati dan sedikit demi sedikit.
Perhatian :
Botol larutan harus dipegang dengan etiket botol mengahadp pada telapak tangan. Kalau menuangkan latutan jangan sekali-kali kena etiket/tulisan pada botol. Tutup botol harus diletakan dalam keadaaan terbaik diatas meja dan dikembalikan pada botol semula.


























BAB IV
HASIL PERCOBAAN

4.1.  Hasil Percobaan
4.1.1. Pembuatan dan pengenalan suatu gas serta pengenalan kertas lakmus
Hasil dari percobaan ini adalah gas NH3 dari mereaksikan larutan NH4Cl dengan larutan NaOH, serta gas yang dihasilkan berupa basa karena membirukan lakmus merah.

4.1.2. Pengenceran menggunakan labu ukur
Hasil dari percobaan ini adalah larutan HCl dengan konsentrasi 0,1 N dari larutan HCl dengan konsentrasi 1 N, dengan menggunakan pelarut akuades sebanyak 100 mL.

4.1.3. Pengenceran H2SO4 pekat
Hasil dari percobaan ini adalah larutan H2SO4 encer yang didapatkan dengan pengenceran larutan H2SO4 pekat menggunakan akuades sebagai pelarutnya.

4.1.4. Penyaringan
Hasil dari percobaan ini adalah endapan PbSO4 yang dibuat dengan mereaksikan H2SO4 dengan Pb-asetat, yang di saring dengan menggunakan kertas saring.

4.2.  Pengamatan
4.2.1. Pembuatan dan pengenalan suatu gas serta pengenalan kertas lakmus
Setelah larutan NH4Cl yang dicampur NaOH dipanaskan pada pembakar spirtus, menggunakan tabung reaksi yang dijepit. Pada saat campuran tersebut mendidih maka larutan tersebut mengeluarkan bau busuk dari mulut tabung yang dipanaskan. Dan lakmus merah yang diletakan di atas mulut tabung berubah warna menjadi biru.
4.2.2. Pengenceran dengan menggunakan Labu Ukur
Setelah menghitung volume larutan HCl yang akan diencerkan dengan pelarut akuades, maka larutan tersebut di encerkan dengan akuades dan dikocok/ di bolak-balikan labu ukur sebanyak 32 kali agar tercampur sempurna.

4.2.3. Pengenceran H2SO4 pekat
Pada saat mereaksikan H2SO4 pekat dengan akuades ke dalam gelas piala, terlihat perubahan panas yang sangat cepat dan mengeluarkan asap saat di dalam gelas piala.

4.2.4. Penyaringan
Pada proses pencampuran Pb-asetat dengan H2SO4 ke dalam tabung reaksi, terlihat ada endapan putih yang mengendap di dasar tabung reaksi. Dan saat penyaringan dengan kertas saring, terdapat endapan PbSO4 yang tersaring oleh kertas saring.

4.3.  Pembahasan
4.3.1. Pembuatan dan pengenalan suatu gas serta pengenalan kertas lakmus
Pada percobaan ini, terjadi reaksi pencampuran antara NH4Cl dan NaOH yang menghasilkan NH3, NaCl dan H2O. reaksi yang terjadi karena pereaksi dipanaskan pada pembakar spirtus yang membuat larutan tersebut mendidih dan mengeluarkan gas NH3 yang berbau. Selain NH3, reaksi tersebut juga menghasilkan NaCl dan air (H2O). gas amoniak (NH3) hasil reaksi tersebut dapat diketahui dengan mencium bau yang dikeluarkan yaitu bau busuk dan dengan cara uji lakmus. Lakmus merah yang disimpan di bibir tabung berubah warna menjadi biru, itu membuktikan bahwa gas hasil reaksi tersebut bersifat basa. Jadi dapat di tarik kesimpulan bahwa gas hasil reaksi tersebut adalah amoniak (NH3).
NH4Cl  +  NaOH     NH3  +  NaCl  +  H2O
4.3.2. Pengenceran dengan menggunakan Labu Ukur
Sebelum melakukan proses pengenceran, terlebih dahulu menghitung jumlah volume larutan HCl yang akan diencerkan.
V1 . N1  =  V2 . N2
       V1  =  V2 . N2    =  100 mL . 0,1 N
                     N1                      1 N
              =  10 mL
Dari perhitungan diatas, diketahui bahwa volume HCl yang akan diencerkan pada labu ukur 100 mL adalah 10 mL. Pada proses pengenceran tersebut dilakukan dengan mengocok/ membolak-balikan labu ukur sebanyak 32 kali, supaya larutan tersebut tercampur secara sempurna.

4.3.3. Pengenceran H2SO4 pekat
Pada percobaan ini, dilakukan pengenceran H2SO4 pekat dengan akuades. H2SO4 pekat yang bersuhu panas di encerkan dengan akuades, pada proses pengenceran ini perlu hati-hati sebab H2SO4 pekat sangat berbahaya. Pada H2SO4 terjadi pelepasan kalor, karena bersuhu panas. Dan pada saat dicampurkan ke dalam akuades terlihat ada asap yang keluar. Membuktikan bahwa H2SO4 mempunyai suhu tinggi.

4.3.4. Penyaringan
Pada proses penyaringan ini dilakukan proses pencampuran terlebih dahulu antara Pb(CH3COO)2 dengan H2SO4 yang bersuhu panas. Pada pencampuran tersebut terdapat endapat dari PbSO4, yang berwarna putih pada dasar tempat pereaksian (tabung reaksi) dan suhu pada campuran tersebut normal. Saat dilakukan penyaringan maka endapan putih (PbSO4) tersaring di kertas saring, hasil penyaringan larutan berupa CH3COOH.
Pb (CH3COO)2  +  H2SO4    PbSO4  +  2 CH3COOH

BAB V
KESIMPULAN

Dari hasil kegitan praktikum baik dalam pengamatan, perhitungan serta pembahasan dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
1. Larutan yang bersifat basa dapat membirukan kertas lakmus
2. Pada proses titrasi, semakin banyak indikator fenolftalen (p.p) yang digunakan akan semakin cepat terjadi perubahan warna.
3. Pada pengenceran diperlukan zat pelarut yang lebih bnyak jumlahnya dari pada larutan.
4. Pengenceran H2SO4 pekat dilakukan berbeda dengan pengenceran yang lazim dilakukan, yaitu dengan menuangkan H2SO4 pakai sedikit demi sedikit kedalam pelarut (air)
5. H2SO4 direaksikan dengan PbSO4 menimbulkan panas dan bau menyengat
6. Setelah PbSO4 mengendap dikertas saring larutan menjadi normal (tidak panas)














DAFTAR PUSTAKA


Aripin, Khairul. 2009. Laporan Kimia Dasar. Institut Pertanian Stiper. Jogjakarta.

Brady, James E. 1998. Kimia Untuk Universitas Azas & Struktur Jilid 1, Edisi. Binarupa Aksara. Jakarta Barat.

Respati, 1987. Buku Kimia Organik Perguruan Tinggi. Universitas Gajah Mada. Jogjakarta.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar